Lewat Model ZEP AWDA Apresiasi Sukses Digelar
Lewat Model ZEP AWDA Apresiasi Sukses Digelar
Mimika, 26 Maret 2026 - Salah satu tahapan krusial dalam pelatihan ialah memastikan transfer belajar telah dirancang dan diimplementasikan. Fokus pelatihan Berbisnis Modal Nol (BISMOL) yang menggunakan model zero entrepreneurial project based learning (ZEP) tidak hanya memfasilitasi belajar, namun meningkatkan kinerja, yakni berjualan setiap hari untuk.mendapatkan laba.
"Pelatihan BISMOL ZEP angkatan 10 telah dilaksanakan sebulan yang lalu, yakni 6-8 Februari 2026 di Grapari Timika, Papua Tengah. Tantangan kepada peserta ialah mampu berjualan selama tujuh hari berturut-turut tanpa jeda libur. Peserta yang mampu mencapainya mendapatkan sertifikat dan insentif," urai pengembang model ZEP, Sugiarso. Menurut mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan ini, peserta tidak dibatasi minimal omzet penjualan dan jenis usahanya. Peserta bisa tetap berjualan satu produk selama tujuh hari dan boleh berganti-ganti produknya.
Transfer belajar ini dirancang dengan melibatkan berbagai pihak, yaitu sekolah, orang tua, peserta, instruktur. Para peserta bisa berjualan di sekolah, di rumah, di pasar, online, dan di lokasi lain yang dipilihnya. Ketika berjualan mereka, dibantu guru pendamping, memposting di grup WA kegiatan jualannya.
"Hari ini Amel berjualan di sekolah," posting guru pendamping SMKN 2. Rina. "Ini barang jualan Helena di sekolah," tutur guru pendamping SMKN 6, Fransisca Gulo.
"Kami hari ini berjualan di pasar minggu SP1," lapor Belvia mewakili teman-temannya yang sama-sama dari SMKN 2 Mimika.
Sesi Apresiasi
Setelah sebulan para peserta berusaha konsisten berjualan untuk menjawab tantangan berjualan tujuh hari berturut-turut tanp libur, pada tanggal 12 Maret 2026 digelar sesi apresiasi di Grapari Timika
"Hari ini saya bangga dan terimakasih pada kalian yang sudah berjuang keras berjualan. Jelas tidak mudah berjualan terus-menerus di tengah kesibukan belajar. Luar biasa. Sebagai wujud apresiasi, kami dari SMKN 2 Mimika memberikan insentif kepada yang berhasil menjawab tantangan," urai Ketua MKKS SMK Kabupaten Mimika sekaligus Kepala Sekolah SMKN2 Mimika, Slamet Dwiyono.
Sesi apresiasi juga diisi dengan penyerahan sertifikat kepada peserta uang diberikan oleh pengembang modrl ZEP dan pendiri Akselerasi Wirausahaean Muda (AWDA), Kepala MKKS SMK Kabupaten Mimika, dan perwakilan dari PT Telkomsel Branch Timika. Para guru pendamping juga mendapatkan sertifikat atas kontribusinya mendampingi siswanya.
"Sesi apresiasi bulan depan juga digelar untuk peserta yang belum menjawab tantangan. Bulan depan masih terbuka kesempatan berjualan tujuh hari berturut-turut. Tantangan dan insentif yang lebih diberikan kepada peserta yang telah mendapat sertifikat, yakni berjualan selama 26 hari dari 30 hari kalender," urai koordinator Papuan Bridge Program PT Freeport Indobesia ini.
Dokumentasi AWDA di SMK Mimika